Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Labels

Prowan


 

Adv

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pejabat FORKI Sumut Diduga Dikejar Sejumlah Oknum Berinisial SH Alias S di Arena Kejuaraan, Praktik Serupa Disebut Kerap Terjadi

Minggu, 15 Februari 2026 | 15.2.26 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-16T07:08:11Z

Keterangan Foto : "Waspada terhadap Aksi Premanisme oknum BerInisial SH Alias S, yang diduga kerap mengaku sebagai Wartawati mengejar dan meminta uang kepada sejumlah pejabat dengan berbagai alasan. Praktik seperti ini sangat meresahkan dan merugikan, Lakukan verifikasi identitas secara resmi dan Laporkan Ke Polisi”


Medan, (Tiga daramedia.com) Minggu 15 Februari 2026 — Insiden kurang mengenakkan terjadi usai siap Sholat magrib dalam pelaksanaan Kejuaraan Karate Open Turnamen dan Festival Kejuaraan Piala Kejatisu Cup II Tahun 2026 yang digelar di Gedung Serba Guna Pemprov Sumut, 13–15 Februari 2026.



Seorang pejabat Ketua Umum Pengprov Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI) Sumatera Utara Dr. H. Rahmat Shah.dilaporkan dikejar oleh sekelompok orang yang mengaku berprofesi sebagai wartawati, sesaat setelah menunaikan salat Magrib di sela-sela kegiatan tersebut.



Menurut keterangan yang dihimpun, Diduga Premanisme sekelompok grub Mak Jotek yang terdiri dari 5 Orang yang bersama Siti Hajar alias Sarah, beberapa oknum berinisial S, W, L, dan I itu disebut-sebut kerap mendatangi berbagai kegiatan resmi di wilayah Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

 
Keterangan :"Waspada terhadap Aksi Premanisme oknum BerInisial I,, SH Alias S, dan J serta L yang diduga kerap mengaku sebagai Wartawati mengejar dan meminta uang kepada sejumlah pejabat dengan berbagai alasan. Praktik seperti ini sangat meresahkan dan merugikan, Lakukan verifikasi identitas secara resmi dan Laporkan Ke Polisi”


Kehadiran mereka dinilai meresahkan dan merugikan sejumlah pejabat dan panitia kegiatan serta Para Wartawan yang berada di Kota medan


Salah satu pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa praktik serupa bukan kali pertama terjadi.


“Kami sudah sangat gerah dengan perilaku mereka, Hampir di setiap kegiatan resmi, mereka datang mengejar Para Pejabat dan meminta uang dengan berbagai alasan, mulai dari belum makan hingga kebutuhan operasional,” ujarnya.


Ia menambahkan, tindakan tersebut mencoreng citra profesi wartawan yang sejatinya menjalankan fungsi kontrol sosial dan pemberitaan secara profesional.


Insiden yang menimpa Rahmadsyah terjadi saat kegiatan kejuaraan masih berlangsung. 


Tidak ada laporan kekerasan fisik, namun aksi pengejaran itu dinilai tidak etis dan berpotensi mengganggu ketertiban acara resmi pemerintah.


Sejumlah pihak berharap aparat penegak hukum dan organisasi pers dapat menelusuri serta menindak tegas jika ditemukan adanya pelanggaran atau praktik yang mengarah pada pemerasan berkedok profesi.


“Kami menghormati insan pers yang bekerja secara profesional. Namun jika ada oknum yang memanfaatkan atribut wartawan untuk meminta-minta atau menekan pejabat, tentu harus ada tindakan tegas,” tambah sumber tersebut.

 (Tim/Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update