Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Labels

Prowan


 

Adv

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Persoalan Grup Wartawan Memanas, Emperi Lince Silitonga Terjatuh Sendiri di Halaman Depan Hotel Tiara, Saksi Bantah Ada Dorong

Selasa, 25 Agustus 2026 | 25.8.26 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-25T21:17:42Z

Perselisihan Grup WhatsApp Wartawan Berujung Keributan di Hotel Tiara Convention Centre, Puput Bantah Mendorong Emperi Lince dan Siap Laporkan Balik.


Keterangan Foto: Lantai Halaman Hotel Tiara Convention centre Medan yang menurun menjadi lokasi insiden. Saksi menyebut Emperi Lince Silitonga sempat mengarahkan buku nikahnya ke wajah Puput sebelum tangannya ditepis. Dalam situasi tersebut, Lince kehilangan keseimbangan dan terpeleset dan terjatuh kebelakang hingga pelipisnya terbentur tiang besi pembatas Jalan dan mengalami luka berdarah. Selasa (25/8/2026).


tiga-daramedia.com

MEDAN — Perselisihan terkait keberadaan sebuah grup WhatsApp wartawan yang dibentuk secara mandiri untuk memudahkan distribusi rilis kegiatan Polres Binjai berujung pada insiden keributan antara Emperi Lince Silitonga dan Puput Oktora di halaman Hotel Tiara Convention Centre, Jalan Cut Mutia, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Selasa (25/8/2026).


Insiden tersebut bermula dari persoalan keanggotaan grup wartawan yang dibentuk secara mandiri oleh sejumlah wartawan yang biasa melakukan peliputan di Polres Binjai tersebut, menurut keterangan yang dihimpun, Grub Wartawan dibuat untuk memudahkan penyampaian rilis dari pihak Humas Polres Binjai kepada wartawan yang tergabung sehingga informasi dapat dipublikasikan melalui link media masing-masing.


Keterangan Foto: Ali, pedagang minuman dan rokok asal Tembung, yang berjualan di depan halaman Hotel Tiara Convention Center Medan dan mengaku berada di sekitar lokasi saat insiden berlangsung. Selasa sore (25/8/2026).


Menurut keterangan Syafii, salah seorang wartawan yang terlibat dalam pembentukan grup, Lince Silitonga sebelumnya meminta agar namanya dimasukkan ke dalam grup tersebut. Setelah keanggotaannya bertambah hingga sekitar 10 orang, grup kemudian digunakan untuk menerima dan meneruskan rilis kegiatan kepolisian.


Persoalan muncul setelah salah satu rilis telah dibagikan dalam grup. Sejumlah anggota kemudian menaikkan berita tersebut ke media masing-masing. Namun, menurut keterangan Wartawati Puput, dua hari setelah rilis dibagikan, berita yang diharapkan belum juga dipublikasikan oleh Lince yang mangaku Wartawati .


Puput kemudian mengingatkan Lince melalui pesan WhatsApp agar rilis yang telah diterima segera dipublikasikan sesuai kesepakatan internal grup.


Karena tidak memperoleh jawaban maupun tanggapan setelah dilakukan konfirmasi, Emperi Lince Silitonga kemudian dikeluarkan dari grup oleh admin  berdasarkan arahan yang disampaikan Puput.


Keputusan tersebut rupanya memicu keberatan dari Lince. Dalam komunikasi melalui telepon WhatsApp pada Minggu (23/8/2026), Lince disebut mempertanyakan alasan dirinya dikeluarkan dari grup. Menurut keterangan Syafii, Lince menyampaikan bahwa dirinya belum menaikkan berita karena sedang menghadapi persoalan pribadi dengan marah memaki Syafii


Perselisihan kemudian berlanjut ketika Lince Silitonga bertemu dengan Syafii dan Puput saat keduanya meliput kegiatan Konsolidasi Internal Musyawarah Anak Cabang (Musancab) VI PDI Perjuangan Kota Medan di Halaman Hotel Tiara Convention Centre, Selasa (25/8/2026).


Menurut keterangan Syafii dan sejumlah saksi yang berada di lokasi, terjadi adu argumen antara Lince dan Puput di halaman hotel. Dalam pertengkaran tersebut, Lince disebut mempermasalahkan kembali pengeluarannya dari grup wartawan.


Saksi menyebut Emperi Lince Silitonga kemudian menunjukkan buku nikah kepada Puput dan mengarahkannya ke bagian wajah Pipi Puput seperti mencari gara gara. Puput disebut berusaha menepis tangan Lince karena merasa wajahnya ditamparkan menggunakan buku nikah tersebut.


Dalam situasi yang berlangsung emosional itu, Lince Silitonga kemudian kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Bagian pelipisnya disebut terbentur tiang besi pembatas di halaman hotel hingga mengalami luka dan mengeluarkan darah.


Emperi Lince kemudian menyatakan akan melaporkan kejadian tersebut karena merasa dirinya telah didorong Ke Polres Medan dan akan kupanggil lakik ku dengan nada emosi berkata sambil meninggalkan Lokasi tempat kejadian perkara. 


Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh sejumlah orang saksi yang mengaku berada di lokasi. 


Wiriya Prasetya anggota ormas PDI Perjuangan warga kawasan Pancing yang mengaku menyaksikan kejadian, mengatakan dirinya tidak melihat adanya tindakan mendorong terhadap Lince yang dilakukan oleh Wartawati Puput.


“Setahu saya tidak ada yang mendorong. Buku nikah itu diarahkan ke wajah Pipi Puput dengan menamparkannya, kemudian ditepis. Puput itupun tidak mengenai tanganya “Setelah itu, Emperi Lince Silitonga terkejut kehilangan keseimbangan dan terjatuh sendiri. Karena posisi jalan menurun, pelipisnya terbentur tiang besi pembatas jalan,” ujar Wiriya Prasetya, Selasa (25/8/2026).


Setelah itu Emperi Lince Silitonga kehilangan keseimbangan dan terjatuh sendiri karena jalan nya menurun mengenai pelipisnya ke tiang besi pembatas jalan ” ujar Wiriya Prasetya Selasa (25/8/2026).


Keterangan senada disampaikan Ali, pedagang minuman dan rokok asal Tembung yang berjualan di depan halaman Hotel Tiara Medan. Ia mengaku berada di sekitar lokasi saat kejadian dan menilai persoalan tersebut kembali mencuat setelah Emperi Lince mempertanyakan pengeluarannya dari grup wartawan.


“Dia itu ribut kali, Bang. Bising kali. Mana ada Kak Puput mendorong? Setahu saya, dia jatuh terpeleset sendiri hingga membentur tiang besi bagian bawah itu,” ujar Ali kepada awak media.


Sementara Syafii mengatakan dirinya juga menyaksikan langsung kejadian tersebut yang hanya berjarak lebih kurang 2 Meter, Ia membantah tudingan bahwa Puput mendorong Lince hingga terjatuh.


“Yang saya lihat, Lince sendiri yang mendatangi Puput ke tempat Puput dan terjadi perdebatan. Saat buku nikah diarahkan ke wajah Pipi Puput, tangannya ditepis. Lince kemudian terkejut, mundur karena jalannya menurun dan kehilangan keseimbangan hingga terjatuh sendiri mengenai tiang besi depan halaman hotel tiara Convention Centre,” kata Syafii.


“Pemberitaan yang menyebut saya diduga melakukan penganiayaan terhadap Emperi Lince Silitonga menurut saya tidak benar dan telah merugikan nama baik saya. Saya merasa telah difitnah karena pemberitaan tersebut, sebagaimana laporan yang disampaikan Emperi Lince Silitonga dan diberitakan sebelumnya oleh Wartawan Irwan melalui media online Penasumut.id.


Saya akan mempertimbangkan untuk melaporkan kembali pihak-pihak yang saya nilai telah merugikan nama baik saya, Ini sudah Fitnah” ungkap Wartawati Puput.


Puput menegaskan, seorang jurnalis seharusnya mengedepankan prinsip keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Menurutnya, keterangan dari satu pihak tidak semestinya dijadikan satu-satunya dasar pemberitaan tanpa memberikan kesempatan kepada pihak lainnya untuk menyampaikan klarifikasi.


“Seharusnya pemberitaan memuat keterangan dari kedua belah pihak secara berimbang. Jangan hanya menerima keterangan dari satu pihak, sementara pihak lainnya diabaikan. Konfirmasi dan hak jawab sangat penting agar berita tidak menjadi sepihak dan merugikan pihak tertentu,” tegasnya 


Syafii menegaskan, perbedaan pendapat maupun persoalan dalam grup wartawan semestinya diselesaikan secara baik-baik tanpa berkembang menjadi pertengkaran terbuka.


“Kalau ada persoalan mengenai grup, sebaiknya dibicarakan baik-baik. Grup itu dibuat secara mandiri untuk mempermudah distribusi rilis kepada wartawan yang tergabung, bukan untuk memicu persoalan antar wartawan,” ujarnya.


Usai kejadian, Lince meninggalkan lokasi sambil menyatakan akan melaporkan pihak yang menurutnya bertanggung jawab atas kejadian tersebut.


Lince Silitonga juga disebut sempat mengajak salah seorang wartawan, Dodi Ricardo, untuk melaporkan kejadian tersebut dan meminta agar dirinya menjadi saksi. Namun, ajakan tersebut langsung ditanggapi oleh anak Dodi dengan mengatakan, “Pak, nggak usah ikut campur.” Setelah itu, dalam kondisi kesal, Lince meninggalkan lokasi dengan membawa sepeda motornya.

 

Sementara itu, terkait dugaan adanya tindakan pendorongan maupun tindakan lain yang menyebabkan Emperi Lince terjatuh, keterangan yang dihimpun di lokasi sejauh ini masih berasal dari pihak-pihak yang berada di tempat kejadian. Tidak terdapat dasar yang cukup untuk menyimpulkan secara sepihak adanya tindak kekerasan sebelum dilakukan klarifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.


Karena itu, apabila persoalan tersebut benar-benar dilaporkan, fakta mengenai rangkaian kejadian, termasuk apakah terdapat unsur pendorongan atau tidak, menjadi kewenangan aparat untuk melakukan pemeriksaan berdasarkan keterangan para pihak dan saksi serta bukti yang tersedia.


Redaksi menegaskan bahwa pemberitaan ini merupakan laporan berdasarkan keterangan pihak-pihak yang berada di lokasi. Tuduhan atau pernyataan yang belum dibuktikan secara hukum ditempatkan sebagai klaim masing-masing pihak dan tidak dimaksudkan sebagai kesimpulan bersalah terhadap pihak tertentu. 

(Syafii)





















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update