Medan, (Tiga dara Media. Com) - Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut kini telah 100 persen mengaliri listrik dan internet ke Seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Sumatera Utara (Sumut) yang berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumutk.
Capaian ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dalam mendorong percepatan digitalisasi pendidikan secara merata hingga ke daerah terpencil.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Rabu (21/1/2026).
“Realisasi akses listrik dan internet di sekolah yang dibawahi langsung oleh Disdik Sumut, yakni SMA/SMK dan SLB di seluruh Sumatera Utara, saat ini telah mencapai 100 persen,” ujar Alexander.
Ia menjelaskan, sepanjang tahun 2025, Disdik Sumut telah memasang akses internet di 163 sekolah.
Sementara untuk pemenuhan kelistrikan, terdapat tujuh sekolah yang dipasangi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), 25 sekolah dilakukan perbaikan instalasi listrik, serta 21 sekolah mendapatkan penambahan daya listrik.
Menurut Alexander, strategi pemenuhan akses listrik dan internet disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing wilayah. Untuk daerah yang belum memiliki jaringan listrik, Disdik Sumut memasang PLTS. Sementara di wilayah yang telah tersedia jaringan listrik, pihaknya berkolaborasi dengan PLN.
Adapun untuk akses internet, apabila belum tersedia jaringan kabel atau tiang internet, Disdik Sumut memanfaatkan teknologi Starlink, khususnya bagi sekolah-sekolah di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang dikombinasikan dengan PLTS.
“Mustahil kita melakukan digitalisasi pendidikan jika perangkat pendukungnya belum memadai. Karena itu, akses listrik dan internet harus dipenuhi agar proses pembelajaran digital bisa berjalan interaktif dan merata. Tidak boleh ada kesenjangan antara daerah 3T dan daerah yang mudah mengakses teknologi,” tegasnya.
Melalui pemenuhan infrastruktur tersebut, Disdik Sumut berharap kualitas guru dan siswa semakin meningkat, tidak ada lagi wilayah tertinggal dalam akses pendidikan, serta seluruh tenaga pendidik dan peserta didik semakin melek teknologi.
Pada kesempatan yang sama, Alexander juga memaparkan rencana peluncuran Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) yang akan dimulai pada tahun ajaran 2026/2027.
Program ini tahap awal akan dilaksanakan di lima kabupaten/kota di Kepulauan Nias, serta diperluas ke lima daerah yang terdampak bencana, yakni Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, dan Kabupaten Langkat.
“Kebijakan ini merupakan bentuk intervensi pemulihan pendidikan bagi daerah terdampak bencana di Sumatera Utara,” jelas Alexander.
Untuk pelaksanaan PUBG, jumlah sasaran di Kepulauan Nias mencapai 41 ribu siswa dengan pagu anggaran sebesar Rp21 miliar.
Sementara di lima daerah terdampak bencana, program ini menyasar 51 ribu siswa dengan alokasi anggaran Rp22 miliar.
“Total anggaran yang disiapkan sebesar Rp43 miliar untuk meng-cover program sekolah gratis ini. Skema pelaksanaannya akan dituangkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai petunjuk teknis, dan dananya akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing sekolah,” pungkasnya. (Puput)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar